
Arsip Zea Net
ASINUA JAYA, zeanets.com – Tim teknisi Zea Net kembali melakukan ekspansi jaringan internet hingga ke titik terjauh di wilayah pedesaan. Berbeda dengan penyedia layanan di pelosok yang biasanya menggunakan satelit atau radio, Zea Net berkomitmen menarik kabel Fiber Optik (FO) demi menjamin kecepatan yang murni dan stabil bagi masyarakat desa.
Dalam proses penarikan kabel melintasi hutan dan perbukitan, Sadri, salah satu teknisi lapangan Zea Net, memberikan penjelasan teknis mengenai mengapa teknologi ini menjadi pilihan utama meskipun proses instalasinya jauh lebih berat.
Mengapa Harus Fiber Optik?
Menurut Sadri, banyak wilayah pelosok yang selama ini mengeluhkan internet tidak stabil saat hujan atau cuaca buruk. Hal ini biasanya terjadi pada koneksi berbasis radio atau satelit.
”Kami menggunakan kabel serat optik karena inti kabelnya terbuat dari kaca tipis yang menghantarkan data melalui pulsa cahaya, bukan arus listrik. Secara teknis, ini membuat koneksi Zea Net kebal terhadap gangguan elektromagnetik dan cuaca ekstrem,” ujar Sadri saat ditemui di lokasi pemasangan.

Arsip Zea Net
Tantangan Teknis “Drop Core” di Medan Berat
Proses pemasangan di pelosok memiliki standar prosedur yang lebih ketat dibanding perkotaan. Sadri menjelaskan beberapa detail teknis yang mereka lakukan:
- Penyambungan (Splicing) Presisi: Menggunakan alat fusion splicer untuk menyambung inti kaca dengan tingkat kehilangan sinyal (loss) yang mendekati nol desibel (dB).
- Penguatan Tiang Penyangga: Di wilayah pelosok, jarak antar tiang seringkali lebih lebar. Teknisi menggunakan kabel jenis self-supporting yang memiliki kawat penguat agar kabel tidak mudah putus saat tertimpa dahan pohon.
- Redaman Sinyal: “Kami harus memastikan nilai redaman atau patching berada di angka standar, maksimal -25 dB hingga -27 dB, agar internet yang diterima pelanggan tidak sering terputus (RTO),” tambah Sadri.
Menghadirkan Kualitas Kota ke Desa
Dengan infrastruktur fiber optik ini, Zea Net mampu memberikan layanan bandwidth simetris (kecepatan unggah dan unduh yang seimbang), hal yang sangat sulit dicapai oleh teknologi nirkabel di daerah terpencil.
”Harapan kami, dengan penjelasan teknis ini, warga paham bahwa kualitas internet yang kami bawa ke pelosok ini sama standarnya dengan internet di gedung-gedung perkantoran kota besar. Kami tidak ingin ada diskriminasi kualitas sinyal hanya karena masalah geografis,” tutup Aswan.
Kehadiran Zea Net diharapkan dapat mendukung digitalisasi desa, mulai dari pengurusan administrasi desa secara daring hingga akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak di pedalaman.
Penulis : Tim Redaksi Zea Net
0 Komentar